Kamis, 12 Februari 2009

Sampah

Sampah merupakan salah satu penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun – daun, plastik, kain bekas, karet dan lain – lain. Bila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. selain itu tradisi membuang sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat, banjir juga mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Jadi pada kenyataannya sampah telah mencemari tanah, badan air dan udara dalam kota.

Berdasarkan asalnya sampah digolongkan dalam dua bagian yakni sampah organik ( sampah basah ) dan sampah an organik ( sampah kering ).

Selain itu juga sampah dihasilkan dari beberapa sumber utama antara lain:

Rumah tangga

Sampah domestik yang dihasilkan berupa sisa makanan, bahan dan peralatan yang sudah tidak dipakai lagi, bahan pembungkus, kertas, plastik dsb.

Tempat perdagangan

Seperti pasar, supermarket, toko, warung. Sampah yang dihasilkan berupa bahan dagangan yang rusak, buah, sayur, kertas, plastik, karton dsb.

Industri

Sampah industri yang dihasilkan tergantung dari macam dan jumlah bahan. Industri sering kali membuang sampah disekitar pabrik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Tentu saja yang demikian dapat meresahkan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya.



Berdasarkan uraian diatas maka dampak sampah terhadap kesehatan lingkungan:

Dampak Terhadap Kesehatan

Pembuangan sampah yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang cocok bagi beberap organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.

Potensi bahaya yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Penyakit DBD dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.

Penyakit jamur dapat juga menyebar ( misalnya jamur kulit ).

Sampah beracun; Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira – kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa ( Hg ). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

Dampak Terhadap Lingkungan

Cairan terhadap rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap dan hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.

Penyebab, Sebab dan Akibat Pencemaran Lingkungan Pada Air dan Tanah - Kesehatan Lingkungan - Ilmu Sains Biologi

Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.

Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.

Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.

Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :
1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.
2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.

Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian.

DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia.

DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan.

Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT.
a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup
b. menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan
c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas.
d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.

Lingkungan Sekitar Ternyata Bisa Buat Sakit Saluran Pernapasan

Ternyata, bukan cuma virus dan bakteri yang dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan. Berbagai hal yang ada di sekitar kita pun bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan.

Dalam keadaan normal, saluran pernapasan kita memiliki sistem pertahanan, antara lain :

* Lapisan lendir. Lapisan ini akan melarutkan sebagian besar zat – zat asing yang terhirup sehingga tidak tertimbun di paru – paru.
* Adanya bulu getar di sepanjang saluran pernapasan sebelum paru - paru (terutama trachea).
* Mekanisme batuk. Batuk merupakan suatu sistem pertahanan untuk mengeluarkan zat asing di saluran pernapasan dan lendir berlebih.



Zat yang dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan umumnya memliki ciri – ciri :

* Untuk zat berbentuk gas : memiliki daya larut air yang tinggi

Dalam keadaan normal, di saluran pernapasan kita terdapat lapisan tipis lendir, terutama di bagian saluran pada hidung dan nasopharyng (saluran yang terdapat di belakang saluran pada hidung). Lapisan lendir ini memiliki kadar air yang tinggi. Pada lapisan lendir ini, zat gas yang memiliki daya larut air yang tinggi akan larut dan melukai saluran daerah hidung dan nasopharyng. Namun, bila pertahanan lebih baik, lendir ini akan dibatukkan keluar tanpa menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan.

Contoh : ammonia, zat yang banyak digunakan untuk fertilizer

* Untuk zat berbentuk gas : memiliki daya larut air yang rendah

Karena tidak larut dalam air, zat ini akan menyebar terus sampai ke paru – paru.

* Untuk zat padat : dipengaruhi oleh ukuran diameter partikel
o Partikel berukuran lebih besar dari 10 mikrometer umumnya akan difilter oleh bulu-bulu yang terdapat di hidung, kecuali untk beberapa keadaan saat orang sering bernapas lewat mulut
o Ukuran lebih kecil dari 0,1 mikrometer akan tertimbun di paru-paru.



Yang harus diperhatikan adalah: umumnya, kemampuan zat – zat ini menyebabkan gangguan saluran pernapasan dipengaruhi oleh jumlah total hasil penimbunan setelah beberapa waktu. Selain itu, juga dipengaruhi oleh konsentrasi zat yang dihirup. Semakin tinggi konsentrasi zat yang dihirupdan semakin lama durasi waktu kita terekspos zat ini, semakin sulit bagi sistem pertahanan tubuh untuk menjaga agar tidak terjadi gangguan saluran pernapasan

Setelah menghirup zat-zat ini, umumnya gejala yang ditimbulkan adalah batuk. Sebagian besar kasus, batuk yang ditimbulkan adalah batuk kering (tidak banyak lendir). Memang cukup sulit untuk membedakan batuk yang disebabkan karena infeksi atau penyebab lain seperti penghirupan zat lainnya. Oleh karena itu, saat Anda ke dokter, ceritakanlah pula keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal dan tempat kerja Anda.

Pencemaran tanah

Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

Dampak

Pada kesehatan

Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.

Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.

Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem[1]. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.

Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

lingkungan udara ruang yang nyaman

Manusia membutuhkan lingkungan udara ruang yang nyaman (thermal comfort) untuk melakukan aktivitas secara optimal. Dengan adanya lingkungan udara yang nyaman ini manusia akan dapat beraktifitas dengan tenang dan sehat. Keadaan udara pada suatu ruang aktifitas sangat berpengaruh pada kondisi dan keadaan aktifitas itu. Bila dalam suatu ruangan yang panas dan pengap, manusia yang melakukan aktivitas di dalamnya tentu juga akan sangat terganggu dan tidak dapat melakukan aktifitasnya secara baik, dan ia merasa tidak kerasan.

Tubuh manusia seolah mesin panas yang terus-menerus menghasilkan panas. Kenyamanan termal langsung berhubungan dengan tubuh manusia yang selalu membuang panas yang berlebihan ini. Dalam keadaan-keadaan normal pemindahan panas ini terjadi antara tubuh dan udara disekitarnya. Namun demikian tubuh manusia memiliki pertahanan mekanisme alami yang terus-menerus bekerja untuk mempertahankan keseimbangan yang diperlukan antara timbulnya panas dan pembuangan panas yang dihasilkan. Mekanisme-mekanisme ini bekerja untuk mempertahankan suhu tubuh yang normal, dengan mengendalikan jumlah pembuangan panas tersebut. Bila laju kehilangan panas terlalu lambat, kita berkeringat. Keringat tersebut menambah laju kehilangan panas karena penguapan. Jika laju kehilangan panas terlalu cepat, kita mulai menggigil. Hal ini menyebabkan meningkatnya pembangkitan panas guna mengimbangi kehilangan panas.

Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau juga kondisi yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan Penghawaan Buatan (Air Conditioning). Penghawaan buatan di sini memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut.

Salah satu jaringan distribusi penting dalam sebuah bangunan ialah sistem pengadaan udara yaitu sistem pemanasan/pendinginan, ventilasi, dan air conditioning (AC). Tujuan dari sistem pengendalian penghawaan ini adalah memberikan kondisi-kondisi suhu dan suasana yang nyaman, yang dicapai dengan mengolah dan mendistribusikan udara yang disejukan ke seluruh bangunan. Sebenarnya, pengolahan suhu hanya merupakan salah satu dari pengolahan pada udara sebelum disampaikan kepada para penghuni. Penyesuaian termal mengatur suhu, kelembaban, dan distribusi udara. Penyesuaian atmosfir mengatur kebersihan dan mengendalikan bau-bau.

Berbeda dengan jaringan-jaringan distribusi yang berlangsung di seluruh bangunan, sistem AC dan bagian-bagian komponennya menghendaki jumlah ruang yang cukup. Meskipun demikian pemahaman dan pengetahuan tentang implikasi-implikasi sistem AC untuk arsitektur sangat penting artinya untuk diperhatikan. Selain itu sistem ini pada dewasa ini mendapat perhatian khusus dalam penggunaannya dipandang dari sisi penghematan energi

Jumat, 06 Februari 2009

Kebakaran Hutan Akibat Puntung Rokok

Palembang - Kebakaran hutan yang banyak terjadi di Sumsel sebagaian besar disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Menurut Gubernur Sumsel, Syahrial Oesman, imbauan sudah disampaikan agar warga tidak sembarangan membuang puntung rokok. ”Kenyataannya banyak titik api ditemukan tidak jauh dari jalan, seperti antara Palembang-Indralaya. Bahkan, terdata sampai lebih dari 300 titik api terpantau satelit,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (4/10) sore.
Tebalnya asap di Jalintim sekitar pukul 05.00 WIB hingga pagi hari mencapai 10 meter. Kalau saat kebakaran, asap tebal bahkan sering membuat lalu lintas terganggu. Selain itu, ada beberapa daerah yang juga tadinya tidak ditemukan titik api, kini ditemukan titik api. Titik api tersebut berasal dari pembakaran lahan pertanian warga.
Pembakaran lahan dengan luasan tertentu memang diperbolehkan asal ada izin sehingga luasan pembakaran lahan tidak menyumbang asap dan bisa diatur sedemikian rupa. ”Sampai saat ini tidak sampai mengganggu transportasi udara maupun perairan,” tambah Gubernur.
Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Dodi Supriyadi menyatakan titik api belum ditemukan di kawasan lahan gambut sehingga asap belum begitu mengganggu. Hanya bersifat lokal. Menurutnya dua helikopter standby kalau diperlukan pemadaman titik api yang sulit terjangkau.
Pemantauan SH, kebakaran lahan di beberapa titik yang sulit terjangkau umumnya tidak dilakukan pemadaman. Api tersebut padam dengan sendirinya. Kecuali kalau sudah mendekati rumah atau lahan warga, baru dilakukan pemadaman. Itu pun dengan peralatan seadanya. Hingga Kamis, titik api tercatat berkurang. Jumlahnya memang fluktuatif. (muhammad nasir)

Polusi Udara Dapat Memperpendek Umur Hingga 10 Tahun


Gizi.net - LONDON--MIOL: Polusi udara di kota London, dapat memperpendek umur warganya hingga 10 tahun, demikian dikatakan oleh satu makalah hasil penelitian yang dimuat di Evening Standard di Inggris.

Partikel-partikel debu yang kecil yang merupakan hasil sisa pembakaran mobil dan ozon yang menjadi kambing hitam penyebab gangguan kesehatan yang diderita ribuan orang di ibukota Inggris, demikian dikatakan oleh para peneliti Perguruan tinggi King's College.

"Dalam kasus ekstrim 'masa hidup' seseorang dapat berkurang hingga 10 tahun," kata Roy Colville ahli polusi di perguruan tinggi Imperial London yang ikut serta dalam penelitian."

"Data statistik telah menunjukkan meningkatnya jumlah warga yang meninggal akibat tingkat pencemaran udara yang tinggi," katanya.

Dengan melakukan pengamatan kualitas udara di 60 titik di seluruh bagian kota, para peneliti menemukan partikel debu yang halus namun sangat berbahaya dan mampu bertahan diudara selama 60 hari pada masa tahun lalu dan tingkat ozone telah melewati ambang batas pada pada 2003.

*

Menurut para ahli lingkungan pencemaran udara London menyebabkan sekitar 1.600 kematian bayi prematur dan sekitar 1.500 pasien terpaksa menjalani rawat inap setiap tahunnya.

Colville juga mengatakan warga London selain itu juga menderita beberapa penyakit gangguan kesehatan akibat dari menghirup udara yang tercemar antara lain hidung gatal, demam dan asma," kata Gary Fuller ketua tim peneliti.

"Musim panas terakhir Inggris terserang gelombang panas yang semakin memperburuk keadaan lingkungan akibat polusi," kata Gary Fuller.

"Kita harus melakukan sesuatu apabila ingin dapat mencapai batas dibawah limit yang ditentukan EU yang diharapkan telah di realisasikan pada tahun 2005.

Hasil lengkap penelitian tersebut akan dipublikasikan pada akhir tahun ini.

Pemerintah Inggris telah melewati batas tingkat pencemaran akibat gelombang panas dan seorang ahli polusi mengatakan ambang batas pencemaran udara dapat terjadi secara fluktuatif dari tahun ke tahun. (AFP/Ant/O-1)

DAMPAK PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP

Penggunaan lahan

Penggunaan lahan merupakan salah satu faktor penentu erosi yang bersifat dinamis. Dalam kurun waktu 30 tahun, Sub DAS Mesaam telah mengalami perubahan penggunan lahan yang cukup drastis. Kondisi ini dapat dilihat dari hasil penafsiran citra selama kurun waktu 30 tahun (1976-2006) dengan menggunakan 4 citra yang mempunyai resolusi spasial dan resolusi temporal yang berbeda, yaitu citra Landsat MSS (1976), Citra Landsat TM 5 (1989), Citra Landsat ETM+ 7 (2000) dan citra ASTER (2006).

Pada tahun 1976, kurang lebih 40% area Sub DAS Mesaam tertutup oleh hutan dan 23.92% merupakan lahan pertanian kering campur. Wilayah penelitian didominasi oleh penggunaan lahan dengan kerapatan vegetasi lebih dari 50%, yang berupa hutan dan semak/belukar. Sedangkan lahan kosong hanya 3.33%. Kondisi ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang sedikit yang mana tingkat pemenuhan kebutuhan hidup dasar juga kecil.

Pada tahun 1989, pertanian lahan kering campur mendominasi penggunaan lahan di wilayah penelitian sebesar 53.65% yang diikuti oleh hutan seluas 21%. Dibandingkan dengan tahun 1976, luas area hutan mengalami penurunan, terutama pada hutan sekunder, sedangkan luas penggunaan lahan berupa lahan pertanian kering meningkat. Kondisi ini disebabkan adanya okupasi oleh penduduk yang tinggal di sekitar hutan.

Pada tahun 2000, sebaran luas penggunaan lahan berupa hutan, semak/belukar, lahan pertanian kering campur dan lahan pertanian kering adalah 25%, 13%, 26% dan 10%. Sedangkan pemukiman dan lahan kosong mempunyai luasan sebesar 0,58% dan 0,21%. Perubahan penting terjadi dari penggunaan lahan hutan dan pertanian lahan kering campur ke semak/belukar. Kondisi ini diakibatkan oleh petani yang mengganti semua tanaman kopi menjadi jeruk.

Pada tahun 2006, prosentase luas hutan, semak/belukar, perkebunan dan lahan pertanian kering campur adalah 25%, 17%, 23% dan 19%. Sisanya adalah pemukiman, rumput, lahan pertanian kring dan lahan kosong. Pada tahun ini, hampir semua penggunaan lahan mengalami perubahan luasan. Perubahan penggunaan lahan terbesar terjadi dari semak/belukar dan pertanian lahan kering campur ke perkebunan.

Perubahan Penggunaan Lahan

Sub DAS Mesaam mengalami perubahan penggunaan lahan yang sangat drastis dalam kurun waktu 30 tahun (1976-2006), terutama perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi semak/belukar, perkebunan, pemukiman, lahan kosong dan rumput.

Pada periode 1976-1989, perubahan penggunaan lahan terjadi pada hampir semua tipe penggunaan lahan dengan prosentase lebih dari 90%. Lahan kosong berubah total menjadi tipe penggunaan lahan lain. Hutan mengalami perubahan seluas 47%. Hutan primer tidak mengalami perubahan terlalu luas, karena lokasinya yang terletak di pegunungan dan perbukitan, sehingga sulit dijangkau. Di samping itu, penduduk di wilayah penelitian memiliki kearifan lokal (local wisdom) untuk menjaga hutan. Hal ini juga ditunjang oleh program rehabilitasi lahan dan hutan dari Departemen Kehutanan.

Pada periode 1989-2000, perkebunan, lahan pertanian kering dan rumput berubah total menjadi tipe penggunaan lahan lain. Dibandingkan dengan perubahan penggunaan lahan pada periode 1976-1989, perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi tipe penggunaan lahan lain meningkat, yaitu sebesar 63%. Akibat adanya kebijakan ekonomi dan politik di Indonesia pada waktu itu, perubahan penggunaan lahan terjadi lebih besar dibandingkan pada periode sebelumnya.

Pada periode 2000-2006, perubahan penggunaan lahan terutama terjadi pada lahan kosong, pemukiman, hutan sekunder dan lahan pertanian kering. Perubahan pada hutan primer relatif kecil, hal ini merupakan salah satu indikasi dari keberhasilan Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang dilaksanakan oleh Departemen Kehutanan. Sedangkan sebagian besar hutan sekunder berubah menjadi perkebunan dan semak/belukar. Sejak tahun 2004, kualitas jeruk menurun dan petani mengubah tanaman jeruk menjadi kopi. Akibat dari permintaan pasar dan harga kopi yang tinggi, petani mengubah pertanian lahan kering menjadi perkebunan kopi.

Erosi Tanah

Secara umum, area yang mengalami tingkat erosi tinggi adalah di sepanjang sungai dan lembah. Kemiringan lereng yang tinggi, tingkat erodibilitas tanah tinggi dan lahan dengan tutupan vegetasi kurang dari 20% adalah parameter utama yang menyebabkan terjadinya erosi. Kenampakan erosi berupa riil dan gully sering terjadi pada lembah dengan kemiringan lereng yang tinggi. Perbedaan tipe penggunaan lahan juga memberikan perbedaan pada tingkat erosi tanah. Pada jenis tanah dan kemiringan lereng yang sama, hutan memberikan kontribusi pada terjadinya erosi lebih kecil dibandingkan dengan lahan pertanian atau semak/belukar. Perubahan penggunaan lahan, terutama dari perkebunan kopi menjadi perkebunan jeruk dan lahan pertanian kering, seperti, jagung dan sayuran, merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya erosi. Struktur pohon dan kanopi tanaman kopi membuat aliran air hujan dapat tertahan dibandingkan dengan pertanian lahan kering dan tanaman jeruk, di samping adanya tanaman pelindung pada tanaman kopi. Air hujan yang langsung jatuh ke tanah dapat menyebabkab erosi lebih besar, dibandingkan dengan air hujan yang turun melalui daun dan batang.

Pada 1976, hampir seluruh wilayah penelitian tertutup oleh hutan, sehingga luas wilayah dengan erosi tingkat tinggi relatif rendah. Sedangkan lahan kosong dan pertanian lahan kering memberikan kontribusi yang tinggi pada terjadinya erosi. Pada tahun 1989, luas wilayah yang mengalami erosi lebih besar dibandingkan pada tahun 1976. Hal ini dikarenakan adanya penurunan luas hutan. Perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi lahan kosong dan perkebunan menyebabkan peningkatan erosi pada kelas erosi tinggi. Peningkatan jumlah penduduk dan pemenuhan kebutuhan dasar hidup penduduk menyebabkan perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi perkebunan dan lahan pertanian kering campur.

Kesimpulan dan Saran

Sub DAS Mesaam terletak pada dataran tinggi dengan didominasi oleh area yang mempunyai kemiringan lereng lebih dari 8%. Intensitas hujan rata-rata bulanan adalah 717,4 mm dan indeks erosivitas tertinggi terjadi pada bulan Januari. Berdasarkan, kondisi fisik wilayah penelitian yang meliputi kemiringan lereng, tipe batuan, erodibilitas tanah, dan indeks erosivitas hujan, Sub DAS Mesaam mempunyai potensi tinggi untuk terjadinya erosi.

Data penginderaan jauh multi temporal dan multi spektral mempunyai banyak kelebihan dalam menghitung perubahan penggunaan lahan. Integrasi teknik penginderaan jauh dan SIG dapat digunakan untuk manajemen dan analisis parameter-parameter erosi dan selanjutnya untuk monitoring dan perencanaan wilayah.

Strategi manajemen aktif yang bertujuan untuk konservasi dan regenerasi hutan harus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk mengurangi erosi tanah di wilayah penelitian. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menggunakan data-data penginderaan jauh yang mempunyai resolusi sepktral dan spasial tinggi untuk mengekstrak parameter-parameter erosi. Berdasarkan data perubahan penggunaan lahan, model penentuan besarnya erosi tanah dapat dikembangkan.

Air Sungai Tercemar, Diare Jadi Langganan

Sebagian ruas jalan di Kampung Bojong Citepus, Kelurahan Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mulai mengering, Kamis (27/4). Sebagian lainnya masih berlumpur, bekas banjir yang menggenangi kampung di tepi Sungai Citarum ini seminggu lalu. Masyarakat sibuk mengangkut kembali perabotan rumah dari lantai dua ke lantai satu. Aktivitas ini menjadi pemandangan biasa bagi warga Bojong Citepus hampir setiap tahun. Saat banjir datang, perabotan diangkut ke lantai atas agar tidak hanyut atau rusak akibat luapan air Sungai Citarum.

Selain lumpur dan kesibukan menata kembali rumah, diare juga menjadi "langganan" masyarakat kampung itu usai banjir menyerang. "Sudah enam hari saya tiduran di kasur. Baru hari ini bisa bangun, tetapi berkali-kali masih harus ke kamar kecil," papar Reska (25), warga RT 01/09 Kampung Bojong Citepus. Diare juga menyerang sebagian besar warga Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah. "Diare sudah menjadi langganan di daerah ini. Kalau habis banjir tidak ada yang menderita diare, berarti hebat," kata Aisyah (40), warga RT 01/13 Andir.

Sementara, Hadi (5), warga Kelurahan Andir yang baru duduk di kelas I sekolah dasar, tidak masuk sekolah selama dua hari gara-gara diare. Ibunya membawanya ke puskesmas. Koordinator Survei Pengamatan dan Penyuluhan Kesehatan Lingkungan Puskesmas Baleendah Suhara mengatakan, puskesmas selalu siap melayani para korban banjir dengan pengobatan gratis. "Di sini selalu ada dua petugas jaga selama 24 jam, siap melayani korban banjir," ujar Suhara.

Selain itu, setiap banjir datang, Puskesmas Baleendah menurunkan tim yang terdiri dari lima orang untuk membagikan obat-obatan kepada warga. "Tapi yang paling menolong sebenarnya warga sendiri. Karena sudah terbiasa kebanjiran, mereka tahu apa yang harus dilakukan saat terserang penyakit akibat banjir," katanya. Diare, kata Suhara, adalah penyakit langganan bagi korban banjir. Sebab, air Sungai Citarum banyak mengandung kuman dan bakteri akibat tercemar limbah pabrik yang ada di Dayeuhkolot dan Majalaya. Oleh karena itu, warga tidak diperkenankan mengonsumsi air sungai. Selain obat diare, Puskesmas Baleendah juga menyediakan obat- obatan P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) di hampir semua RT. (Mohammad Hilmi Faiq)

Risiko Kematian akibat Pemanasan Global

PEMANASAN global bukan hanya merusak bumi. Studi kesehatan menyebutkan temperatur dan tingkat ozon yang tinggi meningkatkan risiko kematian yang disebabkan penyakit jantung dan stroke. Para periset menyatakan pemanasan global bisa meningkatkan jumlah orang yang meninggal karena kasus-kasus kardiovaskular, yakni kasus-kasus kesehatan yang berkaitan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.

Pemimpin riset dari School of Medicine di University of California, Amerika Serikat, Cizao Ren, menegaskan, temperatur dan ozon merupakan dua faktor utama yang menyebabkan kematian akibat kasus kardiovaskular.Ia memperkirakan, masalah itu akan bertambah parah seiring dengan bertambah panasnya bumi. "Meningkatnya temperatur dan polusi udara akan sangat memengaruhi kesehatan penduduk dunia," ujarnya.Tim riset Ren meneliti hampir 100 juta orang yang tinggal di 95 daerah di seluruh Amerika Serikat dari Juni hingga September untuk studi nasional terhadap kematian dan polusi udara. Studi tersebut meneliti kaitan antara kesehatan dan polusi udara sejak 1987 hingga 2000. Dalam kurun waktu tersebut, empat juta orang meninggal dunia akibat serangan jantung dan stroke. Tim Ren membandingkan tingkat kematian itu terhadap perubahan temperatur dalam satu hari. Mereka menyimpulkan, ozon merupakan kaitan utamanya. Semakin tinggi tingkat ozon, semakin besar pula risiko kematian akibat kasus kardiovaskular yang terkait dengan tingginya temperatur.Saat tingkat ozon berada pada level terendah, temperatur meningkat sebesar 10 derajat. Itu berarti jumlah kematian akibat penyakit jantung dan stroke meningkat juga sebanyak 1%. Saat tingkat ozon pada level tertingginya, jumlah kematian akibat penyakit jantung dan stroke meningkat lebih dari 8%.Terkena paparan ozon dalam jumlah tinggi dapat memengaruhi saluran pernafasan dan sistem syaraf. Itu akan menyebabkan orang menjadi rentan terhadap efek dari perubahan temperatur.Pemanasan global akan meningkatkan temperatur dan tingkat polusi karena temperatur yang tinggi akan berakibat tingginya produksi ozon. (Wey/M-2)Sumber:Media Indonesia Online
 

Flatronze © 2008. Template By: SkinCorner